Cerita Pop VS Sastra
Judul : Harmoni
Penulis : Heruka
Penerbit : de Teens
Cetakan : 1, April 2016
Tebal : 240 halaman
ISBN : 978-602-296-199-4
Isu tentang tulisan pop dan sastra
kini masih menjadi bahan perbincangan. Sebagaimana novel berjudul ‘Harmoni’
yang terinspirasi dari isu tersebut. Novel ini berkisah tentang dua tokoh
utama, yaitu Paras dan Rafal yang memiliki aliran tulisan yang berbeda. Paras, penulis
pop teenlit yang berkutat dengan
revisian novel ketiganya yang tersendat karena editor kesayangannya berpindah
genre ke bagian sastra. Sedangkan Rafal, ia masih bergeming dengan draft novel sastranya yang
sebentar-sebentar dihapus, diedit, lalu frustrasi karena merasa tak berbakat
menulis.
Mereka dipertemukan dalam satu
kelompok tugas kuliah. Rafal meremehkan Paras ketika mengetahui bahwa Paras
hanyalah penulis teenlit yang tak
mengenal nama-nama hebat di bidang kepenulisan (hal. 18-19).
Perang batin keduanya pun berlanjut.
Puncaknya, ketika Paras menjadi pembicara di Writing Clinic dan Rafal menjadi salah satu peserta. Rafal terus
memberi pertanyaan yang menjatuhkan Paras tentang genre pop dan sastra. Namun,
Paras berhasil menjawabnya (hal. 107-109).
Rafal penasaran untuk membaca novel
kedua Paras yang bestseller. Ia mulai
menyadari bahwa karya yang dinilainya ‘sampah’, ternyata menyajikan cerita yang
apik. Hubungan Rafal dan Paras mulai membaik setelah Rafal mengakui bahwa
selama ini persepsinya salah tentang tulisan pop. Mereka saling berbagi cerita (hal. 136-137).
Paras mulai menyukai Rafal. Namun,
sayangnya Rafal mencintai Venus, teman SMA-nya yang kini berada di Vienna dan
selalu ditunggunya. Saat liburan semester, Rafal berniat untuk mengunjungi
ibunya yang berada di Polandia, sekaligus untuk meminta rujuk dengan ayahnya.
Ia juga ingin menemui Venus untuk meminta kejelasan hubungan mereka. Namun, ia malah
mendapat kejutan dari keduanya. Ibunya telah menikah lagi, dan Venus ternyata
seorang biseksual. Konflik semakin pelik ketika Paras difitnah oleh Irene,
sahabat Paras, bahwa Paras hanya ingin memanfaatkan Rafal demi proyek novel
keempat Paras yang bergenre sastra.
Rafal akhirnya berhasil
menyelesaikan novel masterpiece pertamanya.
Ini semua berkat seseorang yang selalu mendukungnya tanpa ia sadari, yaitu
Paras.
Alur cerita dalam novel ini menarik,
dengan memberikan akhir cerita yang tak terduga. Namun, penulis harus lebih menguatkan karakter beberapa tokoh serta
memfokuskan konflik utamanya supaya meninggalkan kesan yang mendalam di hati
pembaca. (*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar