Kamis, 16 Februari 2017

[REVIEW] Harmoni



Cerita Pop VS Sastra


Judul               : Harmoni       
Penulis             : Heruka
Penerbit           : de Teens
Cetakan           : 1, April 2016
Tebal               : 240 halaman
ISBN               : 978-602-296-199-4

            Isu tentang tulisan pop dan sastra kini masih menjadi bahan perbincangan. Sebagaimana novel berjudul ‘Harmoni’ yang terinspirasi dari isu tersebut. Novel ini berkisah tentang dua tokoh utama, yaitu Paras dan Rafal yang memiliki aliran tulisan yang berbeda. Paras, penulis pop teenlit yang berkutat dengan revisian novel ketiganya yang tersendat karena editor kesayangannya berpindah genre ke bagian sastra. Sedangkan Rafal, ia masih bergeming dengan draft novel sastranya yang sebentar-sebentar dihapus, diedit, lalu frustrasi karena merasa tak berbakat menulis.
            Mereka dipertemukan dalam satu kelompok tugas kuliah. Rafal meremehkan Paras ketika mengetahui bahwa Paras hanyalah penulis teenlit yang tak mengenal nama-nama hebat di bidang kepenulisan (hal. 18-19).
            Perang batin keduanya pun berlanjut. Puncaknya, ketika Paras menjadi pembicara di Writing Clinic dan Rafal menjadi salah satu peserta. Rafal terus memberi pertanyaan yang menjatuhkan Paras tentang genre pop dan sastra. Namun, Paras berhasil menjawabnya (hal. 107-109).
            Rafal penasaran untuk membaca novel kedua Paras yang bestseller. Ia mulai menyadari bahwa karya yang dinilainya ‘sampah’, ternyata menyajikan cerita yang apik. Hubungan Rafal dan Paras mulai membaik setelah Rafal mengakui bahwa selama ini persepsinya salah tentang tulisan pop. Mereka saling berbagi cerita (hal. 136-137).
            Paras mulai menyukai Rafal. Namun, sayangnya Rafal mencintai Venus, teman SMA-nya yang kini berada di Vienna dan selalu ditunggunya. Saat liburan semester, Rafal berniat untuk mengunjungi ibunya yang berada di Polandia, sekaligus untuk meminta rujuk dengan ayahnya. Ia juga ingin menemui Venus untuk meminta kejelasan hubungan mereka. Namun, ia malah mendapat kejutan dari keduanya. Ibunya telah menikah lagi, dan Venus ternyata seorang biseksual. Konflik semakin pelik ketika Paras difitnah oleh Irene, sahabat Paras, bahwa Paras hanya ingin memanfaatkan Rafal demi proyek novel keempat Paras yang bergenre sastra.
            Rafal akhirnya berhasil menyelesaikan novel masterpiece pertamanya. Ini semua berkat seseorang yang selalu mendukungnya tanpa ia sadari, yaitu Paras.
            Alur cerita dalam novel ini menarik, dengan memberikan akhir cerita yang tak terduga. Namun, penulis harus lebih menguatkan karakter beberapa tokoh serta memfokuskan konflik utamanya supaya meninggalkan kesan yang mendalam di hati pembaca. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar